About
oleh Wildan Ahid
Pertanian di Indonesi berkembang sudah sejak sangat lama. Perkembangan pertanian di Indonesia dilatar belakangi oleh kontur dan letak geografis yang sangat mendukung. Kontur tanah dihampir setiap kepulauan di Indonesia memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan Indonesia terletak di deretan pegunungan yang sangat banyak dari sabang sampai merauke ratusan gunung berapi aktif yang menyebabkan tanah dideretan pegunungan tersebut memiliki kesuburan yang sangat tinggi akibat adanya aktifitas vulkano dari gunung api tersebut. Didukung dengan iklim Indonesia yang tropis menyebabkan Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun hewan. Oleh karena potensi yang sangat menjanjikan tersebut maka Indonesia harus bisa memaksimalkan potensi dibidang pertanian dengan cara budidaya intensif.
Budidaya intensif adalah teknik budidaya pertanian dengan mengkondisikan lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga tanaman bisa tumbuh secara optimal dan diharapkan akan menghasilkan produk pertanian maksimal. Namun dalam budidaya intensif tanaman memeliki banyak kendala antara lain:
1. Kurangnya pengetahuan masyarakat.
Kuranganya pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan teknologi pertanian terkini menyebabkan sedikitnya produktifitas hasil panen, tingginya biaya produksi, tidak efisienya teknik pertanian yang digunakan.
2. Hama
Hama merupakan hewan yang mengganggu atau merusak tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Hama dapat merusak tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama dapat terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan. Gangguan dan serangan itu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hama yang menyerang tanaman ada beraneka ragam, misalnya wereng, gangsir, tikus, ulat tanah, lalat buah, walang sangit, dan kutu. Selain itu, tanaman juga dapat terserang berbagai macam penyakit. Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan alga.
3. Gulma
Gulma adalah tanaman pengganggu tanaman budi daya. Berbeda dengan hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang diakibatkan oleh gulma tidak terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara keseluruhan kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Gulma mampu berkompetisi kuat dengan tanaman budi daya untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, air, sinar matahari, udara, dan ruang tumbuh. Contoh tumbuhan yang termasuk gulma, yaitu rumput teki, tanaman paku-pakuan, dan enceng gondok. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kerugian akibat persaingan antara tanaman budi daya dengan gulma antara lain sebagai berikut
4. Penyakit
Selain hama dan gulma, ada lagi yang dapat menurunkan kualitas tanaman, yaitu penyakit tanaman. Penyakit tanaman dapat menyebabkan terganggunya daya tahan tubuh tanaman terhadap pengaruh luar. Secara umum, penyakit tanaman disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Berbagai contoh penyakit tanaman antara lain sebagai berikut
5. Informasi
Informasi adalah kendala utama yang dimiliki oleh sebagian besar petani kita. Sebenarnya dinas pertanian sudah menginformasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan pertanian terkini namun hanya segelintir orang yang bisa mendapaktan informasi tersebut. Misalnya kepala koperasi, pimpinan kelompok tani, kepala desa yang diharapkan oleh dinas pertanian untuk menyebarluaskan info tersebut namun kadang ada oknum yang tidak melakuan sosialisasi didaerahnya sendiri
Oleh karena itu pembuatan blog ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia secara luas untuk memperoleh informasi terkini mengenai pertanian, teknologi pertanian, solusi pertanian, dan semua tentang pertanian.